photo by Rotary-riby.org
Hari Polio Sedunia 24 Oktober: Mengenang Perjuangan Salk dan Komitmen Global Mengakhiri Kelumpuhan di Dua Benteng Terakhir
Depok, 24 Oktober 2025 – Setiap tanggal 24 Oktober, dunia memperingati Hari Polio Sedunia (World Polio Day), sebuah tradisi yang bermula dari penghargaan atas kontribusi ilmiah monumental Dr. Jonas Salk. Ia adalah pencipta vaksin virus polio pertama pada tahun 1955, sebuah tonggak penting dalam upaya menghindari wabah polio yang dahulu sangat menakutkan dan melumpuhkan.
Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf. Meskipun hampir sepenuhnya diberantas berkat upaya vaksinasi global, penyakit ini memiliki dampak klinis yang parah: sekitar satu dari 200 anak yang terinfeksi akan menderita kelumpuhan ireversibel (tidak dapat dipulihkan), dan dari mereka yang lumpuh, 5% hingga 10% meninggal karena kelumpuhan otot pernapasan.
Dari 1.000 Kasus Harian Menuju Eliminasi
Penyakit ini sempat menjadi pandemi global. Saat upaya besar dimulai pada tahun 1988 dengan diluncurkannya Global Polio Eradication Initiative (GPEI)—yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, Rotary International, dan CDC—polio masih ada di lebih dari 125 negara dan menyebabkan sekitar 1.000 anak mengalami kelumpuhan setiap hari.
Sejak vaksinasi massal diperkenalkan, insiden poliomielitis menurun drastis. Berbagai wilayah telah berhasil menghilangkan polio, menorehkan sejarah kesehatan masyarakat:
Cekoslowakia menjadi negara pertama yang secara ilmiah menunjukkan penghapusan poliomielitis secara nasional pada tahun 1960.
Amerika dinyatakan bebas dari polio pada tahun 1994.
Pada 2020, seluruh wilayah Afrika dinyatakan bebas dari virus polio liar.
Tantangan di Afghanistan dan Pakistan
Meskipun kemajuan besar telah dicapai, dunia masih berjuang di garis akhir. Hingga saat ini, virus polio liar (Wild Poliovirus/WPV) masih ditemukan dan bersifat endemik hanya di dua negara: Afghanistan dan Pakistan.
Keberadaan virus ini di dua negara tersebut menjadi risiko bagi seluruh dunia, sebagaimana kasus WPV tipe-1 (WPV1) masih terus dilaporkan. Sebagai contoh, di tahun 2025, otoritas kesehatan Pakistan telah mengonfirmasi sejumlah kasus WPV1 yang melumpuhkan anak-anak di provinsi-provinsi berisiko tinggi.
Tantangan lainnya dalam upaya pemberantasan ini adalah penyebaran informasi salah mengenai vaksin, terutama di daerah-daerah dengan tingkat imunisasi rendah. Hal ini secara signifikan menghambat upaya GPEI dan para petugas kesehatan untuk menjangkau setiap anak yang membutuhkan imunisasi.
Melalui Hari Polio Sedunia, Rotary International memilih tanggal lahir Dr. Salk sebagai momen ideal untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya vaksinasi polio. Melalui komitmen berkelanjutan terhadap vaksinasi dan pendidikan masyarakat tentang pentingnya imunisasi, dunia berada pada jalur untuk mengakhiri penyakit ini sepenuhnya, menjadikannya penyakit manusia kedua yang berhasil diberantas setelah cacar.
Artikel by : Aurel Valency
Edited by : Dicky Santoso, S.I.Kom





