CISARUA, 16 Oktober 2025 – Kabut tipis dan udara segar Vila Alestha, Cisarua, Kabupaten Bogor, menjadi saksi lahirnya calon-calon pemimpin masa depan dari SMK TI Dwiguna. Selama dua hari satu malam, tepatnya pada 15-16 Oktober 2025, para siswa terpilih mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dengan penuh antusiasme dan disiplin tinggi. Bukan sekadar kegiatan luar ruangan biasa, LDKS tahun ini mengusung misi membentuk karakter siswa yang tangguh, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.
Transformasi Diri di Lereng Gunung
Kegiatan dimulai dengan apel pembukaan yang khidmat, di mana semangat kemandirian mulai ditanamkan. Lokasi Vila Alestha yang jauh dari hiruk-pikuk kota dipilih secara khusus untuk memberikan suasana reflektif sekaligus menantang bagi para peserta.
Selama dua hari, para siswa digembleng dengan berbagai agenda padat, di antaranya:
Wawasan Kepemimpinan: Materi mengenai manajemen organisasi dan teknik pengambilan keputusan di bawah tekanan.
Character Building: Simulasi mental untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab individu.
Outbound & Team Building: Permainan strategi di alam terbuka yang memaksa peserta untuk menurunkan ego dan mengutamakan kerja sama tim.
Malam Keakraban: Sesi api unggun yang menjadi momen emosional untuk mempererat ikatan persaudaraan antar siswa.
Disiplin di Atas Segalanya
Salah satu poin utama dalam LDKS kali ini adalah penerapan disiplin waktu dan etika. Panitia menekankan bahwa seorang pemimpin hebat bukan hanya mereka yang pandai bicara, tetapi mereka yang mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.
“LDKS di Vila Alestha ini adalah kawah candradimuka bagi siswa. Kami ingin mereka pulang membawa mentalitas baru—mentalitas seorang pemenang yang siap berkontribusi bagi sekolah dan masyarakat,” ujar Pembina OSIS SMK TI Dwiguna di sela-sela kegiatan.
Momen Tak Terlupakan di Vila Alestha
Meski suhu udara Puncak cukup menusuk tulang, semangat para peserta tidak surut. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa momen paling berkesan adalah saat melakukan jurit malam dan navigasi tim di lingkungan sekitar vila.
“Di sini kami belajar bahwa komunikasi adalah kunci. Tanpa kerja sama, tantangan sesederhana apa pun akan terasa berat,” ungkapnya.
Penutupan LDKS ditandai dengan prosesi pengukuhan yang simbolis. Dengan berakhirnya kegiatan ini pada 16 Oktober, diharapkan pengurus organisasi siswa di SMK TI Dwiguna memiliki bekal yang kuat untuk menjalankan program-program inovatif setahun ke depan.



