Artikel Peringatan Sejarah : Gerakan 30 Separatis Partai Komunis Indonesia Jurnalis DwigunaSeptember 30, 2025 Artikel Bahaya Minuman Manis: Kenali Dampak Buruknya Sebelum Terlambat Jurnalis DwigunaSeptember 22, 2025 Artikel Olahraga dan Kesehatan Mental, Hubungan yang Saling Menguatkan Jurnalis DwigunaSeptember 20, 2025 Artikel Lebih dari Sekadar Luka: “Memahami Jeritan Hati di Balik Self-Harm” Jurnalis DwigunaSeptember 14, 2025 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Sidang PKL: Mempersiapkan Lulusan SMK yang Siap Kerja Muhammad Syah RezaSeptember 13, 2025 Peringatan Sejarah : Gerakan 30 Separatis Partai Komunis Indonesia Depok, 30 September 2025 – Gerakan 30 September 1965 atau yang lebih dikenal dengan G30S/PKI merupakan salah satu peristiwa kelam dalam sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa ini menjadi titik balik perjalanan politik nasional karena berhubungan dengan upaya kudeta yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mengganti ideologi Pancasila dengan komunisme. Pada awal 1960-an, Partai Komunis Indonesia (PKI) berkembang pesat dan menjadi salah satu partai komunis terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Tiongkok. Melalui konsep Nasakom(Nasionalis, Agama, Komunis) yang digagas Presiden Soekarno, PKI mendapat ruang politik yang semakin luas. Namun, hal ini menimbulkan ketegangan dengan TNI Angkatan Darat yang menentang komunisme. Pada 30 September 1965 malam – 1 Oktober 1965, sejumlah pasukan yang berafiliasi dengan PKI menculik tujuh perwira tinggi TNI Angkatan Darat dari kediamannya. Enam jenderal dan seorang perwira pertama tewas dan jenazahnya ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Mereka kemudian diberi gelar Pahlawan Revolusi. Tujuh perwira TNI Angkatan Darat yang gugur adalah: 1. Letnan Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani.2. Mayor Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto.3. Mayor Jenderal TNI Anumerta M.T. Haryono.4. Mayor Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman.5. Brigadir Jenderal TNI Anumerta D.I. Panjaitan.6. Brigadir Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo.7. Kapten CZI Anumerta Pierre Tendean. Tujuan para PKI adalah untuk menguasai kekuasaan negara dengan cara melemahkan TNI Angkatan Darat sebagai kekuatan militer utama. Dampak peristiwa G30S/PKI menyebabkan krisis politik besar di Indonesia. Mayor Jenderal Soeharto, selaku Panglima Kostrad, segera mengambil alih komando untuk mengendalikan situasi. PKI dituduh sebagai dalang utama dan akhirnya dibubarkan secara resmi melalui TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966. Selain itu, peristiwa ini juga memicu konflik horizontal. Ratusan ribu anggota maupun simpatisan PKI ditangkap, dipenjara, bahkan tragedi ini menyebabkan ribuan hingga jutaan orang tewas dalam peristiwa pembantaian yang terjadi. G30S/PKI menjadi pengingat bagi bangsa Indonesia tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesetiaan pada ideologi Pancasila. Peristiwa ini juga menjadi bukti bahwa perpecahan ideologi dapat mengancam keutuhan bangsa. Oleh karena itu, mari kita sebagai generasi penerus mulai memahami sejarah ini dengan objektif agar tidak terulang kembali di masa depan dengan menjaga persatuan dan kesatuan. Penulis : Nur Afikah Editor : Dicky Santoso, S.I.Kom 221 Views
Bahaya Minuman Manis: Kenali Dampak Buruknya Sebelum Terlambat
Artikel Bahaya Minuman Manis: Kenali Dampak Buruknya Sebelum Terlambat Jurnalis DwigunaSeptember 22, 2025 Artikel Olahraga dan Kesehatan Mental, Hubungan yang Saling Menguatkan Jurnalis DwigunaSeptember 20, 2025 Artikel Lebih dari Sekadar Luka: “Memahami Jeritan Hati di Balik Self-Harm” Jurnalis DwigunaSeptember 14, 2025 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Sidang PKL: Mempersiapkan Lulusan SMK yang Siap Kerja Muhammad Syah RezaSeptember 13, 2025 Kegiatan Siswa Meneladani Rasulullah, Menjadi Pemuda Cerdas dan Berkelas Jurnalis DwigunaSeptember 12, 2025 Bahaya Minuman Manis: Kenali Dampak Buruknya Sebelum Terlambat Depok, 22 September 2025 – Minuman manis memang terasa sangat menyegarkan, apalagi di tengah cuaca panas. Namun, di balik rasa manisnya, terkandung bahaya yang dapat mengancam kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering. Kandungan gula yang tinggi di dalamnya dapat memicu kenaikan kadar gula darah secara cepat, yang jika dibiarkan, dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan. Ancaman Tersembunyi di Balik Rasa Manis Selain menjadi pemicu diabetes, minuman manis juga berkontribusi besar terhadap obesitas karena jumlah kalorinya yang tinggi dan mudah diserap tubuh. Studi menunjukkan bahwa minum 1-2 gelas minuman manis setiap hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga sekitar 25-26%. Komplikasi yang ditimbulkannya pun tidak main-main, seperti penyakit jantung dan kerusakan ginjal yang dapat berakibat fatal. Gula sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi, terutama dari karbohidrat yang kita konsumsi sehari-hari. Namun, konsumsi gula tambahan dari minuman manis sering kali melebihi batas yang dianjurkan. Menurut ahli gizi, batas aman konsumsi gula adalah 10% dari total energi harian atau sekitar 50 gram (4 sendok makan) per hari. Jika konsumsi gula sudah tercukupi dari makanan, menambahkan gula dari minuman manis akan menjadi beban berlebih bagi tubuh. Kebiasaan yang Perlu Diwaspadai Di lingkungan sekolah, seperti di SMK TI Dwiguna, kebiasaan siswa membeli minuman kemasan manis saat istirahat adalah hal yang umum. Kebiasaan ini perlu mendapat perhatian serius, tidak hanya karena menambah risiko penyakit metabolik, tetapi juga karena gula berlebih dapat merusak gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Kerusakan gigi ini sering kali dianggap sepele, padahal dapat memicu masalah kesehatan mulut dan gigi yang lebih parah. Solusi Sehat untuk Masa Depan Untuk mencegah dampak buruk minuman manis, membiasakan diri minum air putih adalah langkah paling tepat dan mudah. Air putih tidak hanya lebih sehat, tetapi juga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap optimal. Sebagai alternatif yang lebih sehat, kita bisa memilih air berkarbonasi tanpa pemanis, atau minuman lain yang telah terbukti baik bagi kesehatan dan aman untuk penderita diabetes, seperti kopi, teh hijau, susu, dan jus tomat tanpa gula tambahan. Membatasi konsumsi minuman manis sejak dini merupakan investasi berharga untuk kesehatan jangka panjang. Dengan pilihan yang lebih bijak, kita dapat menikmati hidup yang lebih sehat tanpa perlu mengorbankan kesegaran. Penulis : Nayla Aulia Editor : Dicky Santoso, S.I.Kom 197 Views
Olahraga dan Kesehatan Mental, Hubungan yang Saling Menguatkan
Artikel Olahraga dan Kesehatan Mental, Hubungan yang Saling Menguatkan Jurnalis DwigunaSeptember 20, 2025 Artikel Lebih dari Sekadar Luka: “Memahami Jeritan Hati di Balik Self-Harm” Jurnalis DwigunaSeptember 14, 2025 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Sidang PKL: Mempersiapkan Lulusan SMK yang Siap Kerja Muhammad Syah RezaSeptember 13, 2025 Kegiatan Siswa Meneladani Rasulullah, Menjadi Pemuda Cerdas dan Berkelas Jurnalis DwigunaSeptember 12, 2025 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Sidang PKL: Mempersiapkan Lulusan SMK yang Siap Kerja Jurnalis DwigunaSeptember 4, 2025 Olahraga dan Kesehatan Mental: Hubungan yang Saling Menguatkan Depok, 20/09/2025 – Kesehatan mental adalah aspek penting dalam kehidupan manusia. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan ketiadaan gangguan kejiwaan, tetapi juga mencakup kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, mengelola emosi, serta menjalin hubungan sosial dengan baik. Salah satu cara yang terbukti efektif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan mental adalah olahraga. Aktivitas fisik yang teratur dapat memberikan dampak positif bagi tubuh sekaligus pikiran. Ketika seseorang berolahraga, tubuhnya melepaskan hormon endorfin yang berfungsi sebagai pereda stres alami. Hormon ini mampu mengurangi ketegangan, rasa cemas, dan tekanan emosional sehingga pikiran terasa lebih tenang. Sebuah penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health bahkan menemukan bahwa lari selama 15 menit setiap hari atau berjalan kaki selama satu jam dapat mengurangi risiko depresi berat hingga 26%. Manfaat olahraga tidak hanya berhenti pada peningkatan mood, tetapi juga pada pengendalian kecemasan. Gerakan tubuh yang berirama seperti berlari, berenang, atau melakukan yoga dapat menciptakan efek relaksasi yang menenangkan pikiran. Fokus pada aktivitas fisik membuat seseorang teralihkan dari rasa khawatir berlebihan, sehingga kecemasan yang dirasakan dapat berkurang secara bertahap. Selain itu, olahraga berperan penting dalam meningkatkan rasa percaya diri. Perubahan fisik yang positif, seperti tubuh yang lebih bugar, postur yang tegap, serta stamina yang meningkat, membuat seseorang merasa lebih yakin terhadap dirinya. Kondisi ini secara tidak langsung memperbaiki citra diri dan mendukung kesehatan mental. Lebih jauh lagi, aktivitas fisik yang teratur juga membantu memperbaiki kualitas tidur. Tidur yang cukup dan nyenyak sangat berpengaruh pada kestabilan emosi serta kemampuan kognitif seseorang. Olahraga juga dapat menjadi sarana untuk memperluas hubungan sosial. Banyak jenis olahraga yang dilakukan bersama, misalnya futsal, bulutangkis, atau Bela Diri. Melalui interaksi tersebut, seseorang dapat menjalin persahabatan, memperoleh dukungan, dan merasa menjadi bagian dari sebuah komunitas. Dukungan sosial inilah yang semakin memperkuat kesehatan mental dan menjauhkan individu dari rasa kesepian. Danan, seorang siswa SMK yang sebelumnya sering merasa tertekan dengan tugas sekolah, berbagi pengalamannya: “Dulu saya selalu merasa cemas setiap kali ada ujian dan kadang masalah lain juga datang. Tapi, setelah ikut ekskul bulu tangkis di sekolah dan sering latihan Boxing secara otodidak, saya tidak hanya lebih plong pikirannya, tapi juga mampu fokus dan punya teman-teman yang saling support.” Olahraga dan kesehatan mental memiliki hubungan yang sangat erat. Aktivitas fisik bukan hanya sekadar upaya untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kondisi psikologis seseorang. Dengan demikian, korelasi antara olahraga dan kesehatan mental bersifat timbal balik. Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat memperbaiki kondisi mental, sementara kesehatan mental yang baik juga mendorong seseorang untuk lebih aktif bergerak. Kombinasi keduanya menciptakan keseimbangan hidup yang lebih sehat, baik secara fisik maupun psikis. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa olahraga tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga memiliki peran besar dalam meningkatkan kesehatan mental. Dengan rutin melakukan aktivitas fisik, seseorang dapat merasakan berkurangnya stres, meningkatnya rasa percaya diri, suasana hati yang lebih stabil, serta kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari merupakan langkah bijak untuk mencapai keseimbangan antara tubuh dan pikiran Penulis : Azzahra Tusyifa Editor : Dicky Santoso, S.I.Kom 211 Views
Lebih dari Sekadar Luka: “Memahami Jeritan Hati di Balik Self-Harm”
Depok, 14/09/2025 – Pernahkah Anda mendengar istilah self-harm? Ini bukanlah tindakan untuk mengakhiri hidup. Sebaliknya, Self-harm adalah saat seseorang sengaja melukai diri mereka sendiri — entah dengan mengiris, memukul, atau membakar — sebagai cara untuk mengatasi rasa sakit emosional yang sudah tidak tertahankan. Mungkin kita bertanya-tanya, “Mengapa harus sampai melukai diri sendiri?” Bagi mereka, luka fisik seolah menjadi “pengalihan” dari rasa sakit di dalam hati yang jauh lebih perih. Sensasi nyeri di luar tubuh dianggap bisa mengusir rasa sakit yang tak terlihat di dalam. Bukan Sekadar Cari Perhatian: Mengapa Seseorang Melakukannya? Orang yang melakukan self-harm bukanlah sedang mencari perhatian. Mereka sedang berjuang dengan emosi yang luar biasa kuat, seperti kesedihan mendalam, amarah yang meledak-ledak, atau bahkan rasa hampa yang membuat mereka merasa mati rasa. Tindakan ini seringkali menjadi satu-satunya cara yang mereka tahu untuk melepaskan beban yang terlalu berat. Ironisnya, setelah melakukannya, rasa sakit fisik seringkali diikuti oleh rasa malu dan bersalah, yang justru bisa memicu mereka untuk melakukannya lagi. Potret Masalah Mental di Indonesia: Data yang Tak Boleh Disepelekan Jika Anda berpikir masalah ini tidak banyak terjadi di Indonesia, data menunjukkan hal sebaliknya. Menurut Kementerian Kesehatan dan UNICEF pada tahun 2022, ada sekitar 2,45 juta remaja di Indonesia yang memiliki masalah mental. Masalah-masalah ini sering menjadi pemicu utama mengapa seseorang akhirnya melakukan self-harm. Dengan angka sebesar ini, jelas bahwa self-harm bukanlah masalah sepele yang bisa kita abaikan. Realita di Sekolah: Kasus yang Terjadi pada Siswa dan Siswi Tidak hanya menjadi masalah statistik, perilaku self-harm juga terjadi di lingkungan terdekat kita, bahkan di sekolah. Beberapa kasus yang terungkap di Indonesia menunjukkan betapa seriusnya masalah ini, dan bagaimana faktor-faktor seperti perundungan (bullying) dan masalah keluarga berperan besar. Sebagai contoh, pada tahun 2023, fenomena “nge-barcode”—istilah yang merujuk pada kebiasaan menyayat tangan hingga meninggalkan bekas seperti barcode—sempat viral dan terungkap di beberapa sekolah, termasuk di Gunungkidul, Yogyakarta. Puluhan siswi SMP diketahui melakukan hal ini karena berbagai alasan, mulai dari menjadi korban perundungan di sekolah hingga masalah keluarga yang membuat mereka merasa kesepian dan tertekan. Kasus lain di Bengkulu Utara juga menunjukkan hal serupa, di mana puluhan siswi menyayat tangan mereka karena mengikuti tren di media sosial. Ini memperkuat temuan bahwa media sosial bisa menjadi salah satu pemicu, di mana konten yang menampilkan perilaku self-harm dapat memengaruhi remaja yang sedang rentan secara emosional. Studi kasus menunjukkan bahwa bagi para pelajar ini, melukai diri adalah cara untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit emosional yang jauh lebih dalam. Mereka merasa sulit untuk mengelola emosi negatif seperti stres, kesepian, dan kemarahan, sehingga mencari “jalan keluar” yang instan, meskipun berbahaya. Kasus-kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa self-harm bukanlah sekadar tren atau perilaku yang dicari-cari, melainkan sebuah respons terhadap penderitaan yang nyata. Ini adalah jeritan hati para pelajar yang membutuhkan pertolongan dan dukungan, bukan penghakiman. Dengan memahami dan peka terhadap kondisi mereka, kita bisa menjadi bagian dari solusi. Bagaimana Kita Bisa Membantu? Mengenali Tanda dan Memberi Dukungan Nah, lalu bagaimana kita bisa membantu? Ciptakan Lingkungan yang Aman Mulailah dari diri kita sendiri. Buatlah ruang yang aman dan nyaman bagi teman atau keluarga untuk berbagi perasaan tanpa takut dihakimi. Jika Anda melihat seseorang yang tiba-tiba suka menyendiri atau memiliki luka aneh di tubuhnya, dekati mereka dengan tulus. Tunjukkan bahwa Anda peduli dan siap mendengarkan tanpa memaksa. Kenali dan Arahkan pada Bantuan Profesional Bagi mereka yang sedang berjuang, langkah paling penting adalah mencari bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater. Para ahli ini dapat membantu menemukan akar masalah dan mengajarkan cara-cara yang lebih sehat untuk mengatasi emosi. Tawarkan Alternatif Pengalihan yang Lebih Sehat Anda juga bisa menyarankan beberapa trik kecil untuk mengalihkan niat melukai diri, seperti: Merasakan sensasi dingin dari es batu yang diremas di telapak tangan. Menggambar di kulit dengan spidol merah untuk mensimulasikan luka tanpa bahaya. Melakukan aktivitas fisik yang dapat melepaskan energi negatif. Intinya, self-harm adalah sinyal SOS. Sinyal bahwa seseorang sedang membutuhkan pertolongan. Dengan pemahaman dan empati, kita bisa menjadi jembatan bagi mereka untuk menemukan jalan keluar dan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan. Untuk mereka yang lagi berjuang, langkah paling penting adalah cari bantuan profesional, kayak psikolog atau psikiater. Mereka bisa bantu cari akar masalahnya dan ngasih cara-cara yang lebih sehat buat ngadepin emosi. Selain itu, ada trik kecil yang bisa dicoba buat ngalihin niat self-harm, misalnya meremas es batu, nggambar di kulit pakai spidol merah, atau melakukan aktivitas fisik. Intinya, kita harus tahu kalau self-harm itu adalah sinyal SOS, sinyal kalau mereka butuh pertolongan. Dengan pemahaman dan empati, kita bisa jadi jembatan buat mereka menemukan jalan keluar. Penulis : Azizah Afrilizah Achdiat Editor : Dicky Santoso, S.I.Kom Artikel Lebih dari Sekadar Luka: “Memahami Jeritan Hati di Balik Self-Harm” Jurnalis DwigunaSeptember 14, 2025 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Sidang PKL: Mempersiapkan Lulusan SMK yang Siap Kerja Muhammad Syah RezaSeptember 13, 2025 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Sidang PKL: Mempersiapkan Lulusan SMK yang Siap Kerja Jurnalis DwigunaSeptember 4, 2025 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Mengasah Kompetensi: Pra-Sidang PKL di SMK TI Dwiguna Jurnalis DwigunaAugust 30, 2025 Kegiatan Siswa HUT RI Ke-80 Banyak Aksi Banyak Prestasi Devi dbyraliysAugust 20, 2025 213 Views
Meneladani Rasulullah, Menjadi Pemuda Cerdas dan Berkelas
SMK TI DWIGUNA menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 11 September 2025. Acara ini bertema “Meneladani Nabi Muhammad SAW, Menjadi Pemuda yang Cerdas dan Berkelas” dan bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah serta menginspirasi para siswa untuk meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Semarak Acara Peringatan MaulidAcara dimulai dengan lantunan tim hadroh Syubbanul Akhyar yang membawakan shalawat Nabi, menciptakan suasana khidmat dan penuh kegembiraan. Dilanjutkan dengan dzikir tahlil yang dipimpin oleh bapak Imam Maula Fikri S.kep, menambah kekhusyukan acara. Sambutan pembuka disampaikan oleh Bapak Suhendry, S.Pd., selaku ketua pelaksana. Beliau menyampaikan pentingnya peringatan Maulid sebagai momentum untuk merefleksikan kembali ajaran dan keteladanan Rasulullah SAW. Kemudian, Dr. Nurdin Budiyanto, M.Pd., Direktur Pendidikan Sekolah Kebersamaan, memberikan sambutan yang menekankan pentingnya pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai agama. Acara juga diisi dengan pembacaan tilawah oleh Keisya Nazura dari kelas 11 KP1 dan sari tilawah oleh M. Hadziq dari kelas 10 MPLB2, yang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan merdu dan penuh makna. Ceramah Penuh InspirasiPuncak acara adalah ceramah utama yang disampaikan oleh KH. Ahmad Daroji, S.Ag., MM., dengan materi “Beruntung dan Bangga Menjadi Umat Rasulullah”. Beliau mengingatkan hadirin akan nikmat dan anugerah menjadi umat Nabi Muhammad SAW serta pentingnya mengikuti ajarannya agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sebagai penutup, KH. Ahmad Mubarok memberikan ceramah singkat dengan materi “Meneladani Sikap Rasulullah” yang mengulas sifat-sifat Rasulullah SAW yang patut dicontoh, seperti kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial. Acara Maulid ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh beliau, memohon keberkahan dan syafaat Nabi Muhammad SAW. Kebersamaan di Akhir AcaraPeringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diakhiri dengan kegiatan makan bersama antara siswa dan siswi SMK TI DWIGUNA dengan SMKK Bhakti Insani. Momen ini memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan, mencerminkan semangat persaudaraan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Melalui acara ini, diharapkan para siswa dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga, sehingga mampu menjadi pemuda-pemudi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia dan berkelas, meneladani Rasulullah SAW dalam setiap langkah kehidupan. Artikel Lebih dari Sekadar Luka: “Memahami Jeritan Hati di Balik Self-Harm” Jurnalis DwigunaSeptember 14, 2025 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Sidang PKL: Mempersiapkan Lulusan SMK yang Siap Kerja Muhammad Syah RezaSeptember 13, 2025 Kegiatan Siswa Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW: Meneladani Rasulullah, Menjadi Pemuda Cerdas dan Berkelas Jurnalis DwigunaSeptember 12, 2025 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Sidang PKL: Mempersiapkan Lulusan SMK yang Siap Kerja Jurnalis DwigunaSeptember 4, 2025 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Mengasah Kompetensi: Pra-Sidang PKL di SMK TI Dwiguna Jurnalis DwigunaAgustus 30, 2025 171 Views
Sidang PKL: Mempersiapkan Lulusan SMK yang Siap Kerja
Depok, 03 September 2025 – SMK TI Dwiguna hari ini mengadakan sidang Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa-siswi kelas XII sebagai puncak dari program PKL mereka di berbagai industri. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini bertujuan untuk menguji kompetensi dan kesiapan para siswa sebelum mereka memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Acara ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis mumpuni, tetapi juga memiliki mental dan karakter yang siap bersaing di pasar kerja. Acara diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Bapak Maman Fernandi, S.Kom., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pengalaman PKL sebagai bekal berharga bagi siswa. “PKL adalah jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Melalui program ini, kalian tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga mempelajari etos kerja, disiplin, dan profesionalisme,” ujarnya. Para siswa diuji oleh para penguji yang terdiri dari guru-guru kompeten dan perwakilan dari perusahaan tempat mereka magang. Setiap siswa mempresentasikan laporan hasil PKL mereka, menjelaskan proyek atau tugas yang telah diselesaikan, serta menjawab pertanyaan seputar tantangan dan solusi yang mereka temui selama masa PKL. Sidang PKL ini diikuti oleh empat jurusan dengan tempat PKL yang berbeda. Siswa Teknik Sepeda Motor (TBSM) berasal dari Bengkel Yamaha Harapan, sementara siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) dari BOS Sawangan. Di sisi lain, siswa Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) datang dari Savero Hotel, dan siswa Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) dari Artificial Intelligence Center Indonesia. Sidang ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga menjadi ajang evaluasi untuk melihat sejauh mana siswa berhasil menerapkan ilmu yang didapat di sekolah ke dalam praktik kerja. Selain itu, ini juga menjadi kesempatan bagi pihak sekolah untuk mendapatkan umpan balik dari dunia industri mengenai kurikulum yang telah diterapkan. Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Sidang PKL: Mempersiapkan Lulusan SMK yang Siap Kerja Jurnalis DwigunaSeptember 4, 2025 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Mengasah Kompetensi: Pra-Sidang PKL di SMK TI Dwiguna Jurnalis DwigunaAgustus 30, 2025 Kegiatan Siswa HUT RI Ke-80 Banyak Aksi Banyak Prestasi Devi dbyraliysAgustus 20, 2025 Kegiatan Siswa 64 Tahun Mengabdi Menanam Budi HUT Pramuka Devi dbyraliysAgustus 14, 2025 Prestasi dan Penghargaan Tim Paskibra Menuju Kesuksesan di BSSN dalam LKBB PERISAI Devi dbyraliysAgustus 14, 2025 170 Views
Mengasah Kompetensi: Pra-Sidang PKL di SMK TI Dwiguna
Pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025, suasana di SMK TI Dwiguna dipenuhi dengan semangat dan ketegangan yang positif. Para siswa kelas XII dari empat jurusan, yaitu Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), mengikuti kegiatan Pra-Sidang Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan ini merupakan tahapan krusial sebelum mereka menghadapi sidang akhir, menjadi momen penting bagi siswa untuk mempresentasikan hasil kerja mereka selama PKL di dunia industri. Mereka diuji secara langsung oleh para penguji internal yang merupakan guru-guru kompeten dari masing-masing jurusan. Tujuan utama dari pra-sidang ini adalah menguji kesiapan siswa dalam menghadapi sidang yang sesungguhnya. Para penguji tidak hanya menilai materi laporan dan presentasi, tetapi juga kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan, mempertahankan argumen, serta menunjukkan penguasaan terhadap materi yang telah mereka pelajari dan praktikkan. Setiap jurusan memiliki fokus penilaian yang berbeda sesuai dengan kompetensinya. Siswa MPLB dinilai dari laporan kegiatan administrasi, komunikasi bisnis, hingga kemampuan mengelola arsip yang mereka terapkan di perusahaan. Sementara itu, siswa PPLG menunjukkan hasil proyek pengembangan perangkat lunak atau gim yang telah mereka kerjakan, serta menjelaskan alur kerja dan teknologi yang digunakan. Untuk siswa TKRO dan TBSM, mereka mempresentasikan laporan teknis, mulai dari perbaikan, perawatan, hingga modifikasi kendaraan yang telah mereka lakukan di bengkel atau perusahaan. Lebih dari sekadar penilaian teknis, pra-sidang ini juga mengasah mental dan keterampilan berpikir kritis siswa. Mereka belajar bagaimana menyusun presentasi yang efektif, berkomunikasi dengan baik, dan memberikan jawaban yang logis serta terstruktur. Masukan yang diberikan oleh para penguji menjadi bekal berharga untuk menyempurnakan laporan dan presentasi mereka di sidang akhir. Kegiatan pra-sidang ini menunjukkan komitmen SMK TI Dwiguna dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang mumpuni, tetapi juga siap secara mental untuk terjun ke dunia kerja. Dengan bekal ini, diharapkan para siswa dapat meraih kesuksesan di sidang PKL dan masa depan mereka. Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Mengasah Kompetensi: Pra-Sidang PKL di SMK TI Dwiguna Jurnalis DwigunaAgustus 30, 2025 Kegiatan Siswa HUT RI Ke-80 Banyak Aksi Banyak Prestasi Devi dbyraliysAgustus 20, 2025 Kegiatan Siswa 64 Tahun Mengabdi Menanam Budi HUT Pramuka Devi dbyraliysAgustus 14, 2025 Prestasi dan Penghargaan Tim Paskibra Menuju Kesuksesan di BSSN dalam LKBB PERISAI Devi dbyraliysAgustus 14, 2025 Kegiatan Siswa, Kurikulum dan Pembelajaran, Pendidikan dan Pelatihan, Prestasi dan Penghargaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer di SMK TI Dwiguna Devi dbyraliysAgustus 5, 2025 149 Views
Jurusan PPLG Kelas 12 SMK TI Dwiguna Ikuti UKK Tahap 1
Pada hari Selasa ( 18/02/2025 ) Pukul jam 08:00 WIB. SMK TI DWIGUNA DEPOK Jurusan Pengembangan Perangkat Lunak (PPLG). sedang melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan GimUji Kompetensi Keahlian (UKK) adalah salah satu tahap penilaian yang penting dalam dunia pendidikan, khususnya untuk jurusan teknik dan teknologi, seperti Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim. Tujuan Uji Kompetensi KeahlianTujuan dari UKK dalam jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim adalah untuk memastikan bahwa siswa memiliki kemampuan dan keterampilan berikut:•Kemampuan Pemrograman•Desain Sistem•Pengembangan Aplikasi dan Gim.•Pengujian dan Debugging.•Pengelolaan Proyek. Kompetensi yang Diuji dalam UKKKemampuan dalam Pengembangan Perangkat LunakDesain dan Analisis Sistem: Menggunakan diagram UML atau model lain untuk merancang sistem.•Pemrograman:•Basis Data•Pengujian Perangkat Lunak•Desain Gim•Pemrograman Gim•Grafis dan Animasi•Pengujian Gim Kemampuan untuk Menggunakan Alat Pengembangan•IDE dan Tools•Engine Gim•Kontrol Versi *Biasanya, UKK untuk jurusan inimemiliki dua jenis ujian*•Ujian Teori.•Ujian Praktik. Tips Sukses dalam UKK Jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim•Perencanaan yang Matang.•Praktik Secara Berkala.•Jaga Kesehatan dan Mental. Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim adalah ujian yang sangat penting untuk mengukur kemampuan teknis siswa dalam mengembangkan aplikasi perangkat lunak dan gim. Dengan persiapan yang matang, baik dalam teori maupun praktik, siswa dapat berhasil melalui UKK dan siap menghadapi dunia kerja di bidang teknologi informasi dan pengembangan perangkat lunak. Kegiatan Siswa Jurusan PPLG Kelas 12 SMK TI Dwiguna Ikuti UKK Tahap 1 Jurnalis DwigunaFebruary 24, 2025 Kegiatan Siswa Siswa Kelas XII MPLB SMK TI Dwiguna Sedang Melaksanakan UKK Tahap 1 Jurnalis DwigunaFebruary 24, 2025 Kegiatan Siswa Siswa Kelas XII MPLB SMK TI Dwiguna Sedang Melaksanakan UKK Tahap 1 Jurnalis DwigunaFebruary 24, 2025 Kegiatan Siswa SMK TI DWIGUNA Mengikuti Lomba PMR Galaxy Season 4 di SMPN 1 Leuwisadeng Jurnalis DwigunaFebruary 24, 2025 Kegiatan Siswa Uji Kompetensi Keahlian Tahap 1 Mengukur Keahlian Siswa OSIS Divisi KreatifFebruary 24, 2025 Artikel ini ditulis oleh : Widya 432 Views
Siswa Kelas XII MPLB SMK TI Dwiguna Sedang Melaksanakan UKK Tahap 1
Depok Selasa, 18/02/2025- Siswa jurusan MPLB (Manajemen Perkantoran Layanan Bisnis) SMK TI DWIGUNA, sedang melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Uji Kompetensi Keahlian (UKK) adalah ujian yang wajib diikuti siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). UKK dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa dalam bidang keahlian yang telah dipelajari selama di SMK. Materi kompetensi yang diujikan diantaranya mengerjakan arsip dengan sistem subjek, berkomunikasi telepon menggunakan bahasa inggris, dan membuat notulen rapat. Harapannya, setelah pelaksanaan UKK para siswa/i dapat mempertahankan kompotensi yang telah diujikan serta semua kompotensi yang didapatkan dijadikan bekal saat masuk dunia kerja dan dunia industri. Selain itu, kompetensi tersebut tidak hanya untuk menjadi tenaga kerja, akan tetapi juga dapat menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Kegiatan Siswa Siswa Kelas XII MPLB SMK TI Dwiguna Sedang Melaksanakan UKK Tahap 1 Jurnalis DwigunaFebruary 24, 2025 Kegiatan Siswa SMK TI DWIGUNA Mengikuti Lomba PMR Galaxy Season 4 di SMPN 1 Leuwisadeng Jurnalis DwigunaFebruary 24, 2025 Kegiatan Siswa Uji Kompetensi Keahlian Tahap 1 Mengukur Keahlian Siswa OSIS Divisi KreatifFebruary 24, 2025 Prestasi dan Penghargaan Siswa SMK TI Dwiguna Raih Medali Emas di Kejuaraan Pencak Silat Indonesia Muhammad Syah RezaFebruary 10, 2025 Artikel Menuju Hidup yang Lebih Bahagia: Langkah-Langkah Mencegah Depresi Muhammad Syah RezaFebruary 4, 2025 Artikel ini ditulis oleh : Afikah 397 Views
SMK TI DWIGUNA Mengikuti Lomba PMR Galaxy Season 4 di SMPN 1 Leuwisadeng
Pada hari Sabtu ( 15/02/2025 ) Pukul 08.00 WIB. SMK TI DWIGUNA Mengikuti Lomba PMR Galaxy Season 4 di SMPN 1 leuwisadeng. Di kegiatan PMR galaxy Season 4 ini, SMK TI Dwiguna Berkesempatan bertemu dan berkompetisi dengan beberapa sekolah lain, yaitu SMAN 1 leuwiliang, SMAN 1 Leuwisadeng dan SMPN 2 Leuwisadeng, yang juga memiliki tim PMR yang tangguh dan bersemangat. Kegiatan Lomba PMR galaxy Season 4 ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, menambah wawasan atau pangalaman dan juga keahlian dalam ajang ekstrakurikuler. Selain itu, juga ada beberapa mata lomba yang diselenggarakan yaitu, Desain poster, Story Telling, Pertolongan pertama, Tandu pelatih, Tandu alumni, RSPS, Tandu by one dan Tandu reguler. Di kegiatan ini, SMK TI Dwiguna berhasil meraih beberapa prestasi gemilang, yaitu Terbaik 1 mata lomba Tandu Pelatih, Sekolah Favorit dan Harapan 1 mata lomba Pertolongan Pertama Putra. Kegiatan Siswa SMK TI DWIGUNA Mengikuti Lomba PMR Galaxy Season 4 di SMPN 1 Leuwisadeng Jurnalis DwigunaFebruary 24, 2025 Kegiatan Siswa, Kurikulum dan Pembelajaran, Pendidikan dan Pelatihan Uji Kompetensi Keahlian Tahap 1 Mengukur Keahlian Siswa OSIS Divisi KreatifFebruary 24, 2025 Prestasi dan Penghargaan Siswa SMK TI Dwiguna Raih Medali Emas di Kejuaraan Pencak Silat Indonesia Muhammad Syah RezaFebruary 10, 2025 Artikel Menuju Hidup yang Lebih Bahagia: Langkah-Langkah Mencegah Depresi Muhammad Syah RezaFebruary 4, 2025 Artikel Warna Lampu Kendaraan: Lebih dari Sekadar Cahaya, Ini Soal Nyawa! Muhammad Syah RezaJanuary 25, 2025 Artikel ini ditulis oleh : Kiya. 315 Views