“ Selamat datang di SMK TI Dwiguna !” Kalimat tersebut menjadi awal dari perjalanan para peserta didik baru yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Selama 8–11 Juli 2026, suasana sekolah dipenuhi wajah-wajah baru, semangat, rasa penasaran, dan tentunya pengalaman yang tidak terlupakan. MPLS bukan hanya tentang memperkenalkan gedung dan lingkungan sekolah. Dalam kegiatan ini, para siswa baru diajak untuk mengenal lebih dekat kehidupan sekolah, tata tertib, guru, teman-teman baru, kegiatan ekstrakurikuler, hingga cara menjadi pelajar yang bijak di era digital. Hari Pertama: Awal Kenalan dan Keseruan Baru Hari pertama MPLS dimulai dengan registrasi peserta. Satu per satu siswa baru datang dan melakukan proses registrasi sebelum bergabung dalam rangkaian kegiatan yang sudah disiapkan. Diawali dengan Beragam panitia osis sekaligus pembagian kelompok mpls. Dari dalam suasana mulai mencair. Siswa yang sebelumnya belum saling mengenal mulai berinteraksi dan bergabung dengan teman-teman dalam kelompok masing-masing. Selanjutnya Bapak Suhendri, S.Pd. , selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, memberikan berbagai hal kepada seluruh peserta MPLS. Beliau memberikan Arahan dan motivasi agar para siswa baru dapat mengikuti kegiatan dengan baik serta mulai membiasakan diri dengan lingkungan sekolah yang baru. Momen yang tidak kalah penting adalah upacara pembukaan MPLS yang dipimpin oleh Bapak Maman Fernandy, S.Kom., M.Pd. Dengan dilaksanakannya upacara tersebut, secara resmi rangkaian MPLS SMK TI Dwiguna Tahun Pelajaran 2026/2027 dimulai. Upacara Usai, suasana kembali dibuat lebih santai dengan penampilan tari dari ekstrakurikuler tari SMK TI Dwiguna. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian para peserta sekaligus menunjukkan bahwa SMK TI Dwiguna tidak hanya fokus pada bidang akademik dan teknologi, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kreativitas. Hari pertama pun berakhir. Para peserta melakukan persiapan untuk pulang dan kembali mengikuti kegiatan MPLS pada hari berikutnya dengan semangat yang baru. Mengenal Aturan, Bukan Sekadar Menghafalnya Memasuki hari berikutnya, peserta MPLS mendapatkan materi mengenai tata tertib sekolah dan Wawasan Wiyata Mandala yang disampaikan oleh Bapak Suhendri, S.Pd. Materi ini menjadi salah satu bagian penting karena siswa baru mulai dikenalkan dengan aturan dan kebiasaan yang berlaku di lingkungan sekolah. Bukan hanya soal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, tetapi juga bagaimana menjadi siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjaga sikap selama berada di lingkungan sekolah. Bagi siswa baru, materi ini menjadi bekal agar mereka tidak hanya mengetahui peraturan tentang sekolah, tetapi juga memahami alasan pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Belajar Melindungi Diri dari Kekerasan. MPLS kali ini juga membahas hal yang tidak kalah penting, yaitu materi anti kekerasan yang disampaikan oleh pihak kepolisian. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Mereka juga diajak untuk memahami bahwa tindakan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, dapat memberikan dampak bagi orang lain. Melalui materi ini, diharapkan para peserta didik baru dapat menciptakan suasana sekolah yang lebih positif, saling menghargai, dan jauh dari tindakan kekerasan. Jangan Asal Klik! Belajar Jadi Pengguna Digital yang Cerdas. Sebagai siswa SMK TI Dwiguna, tentu kemampuan menggunakan teknologi menjadi hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembekalan mengenai literasi digital menjadi salah satu kegiatan yang menarik dalam MPLS tahun ini. Materi yang disampaikan oleh pihak Kominfo membahas beberapa hal yang sering ditemui oleh anak muda di dunia digital, seperti hoaks, cyberbullying, jejak digital, dan etika digital. Para siswa diingatkan untuk tidak langsung percaya dengan informasi yang beredar di media sosial. Sebelum membagikan sebuah informasi, penting untuk memeriksa terlebih dahulu apakah informasi tersebut benar atau hanya berita palsu. Pembahasan mengenai cyberbullying juga menjadi hal yang penting. Candaan di media sosial yang dianggap biasa oleh satu orang belum tentu diterima dengan cara yang sama oleh orang lain. Oleh karena itu, siswa diajak untuk lebih berhati-hati dalam berkomentar dan berinteraksi di dunia maya. Yang menarik, siswa juga diperkenalkan dengan istilah jejak digital. Apa yang kita unggah hari ini bisa saja masih ditemukan di kemudian hari. Oleh karena itu, berpikir sebelum mengunggah sesuatu menjadi kebiasaan yang perlu dimiliki sejak sekarang. Hari Terakhir: Makin Kenal, Makin Dekat Tak terasa, rangkaian MPLS sudah memasuki hari terakhir. Suasana yang awalnya masih dipenuhi rasa canggung perlahan berubah menjadi lebih akrab. Pada hari terakhir, peserta mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan dewan guru SMK TI Dwiguna. Para siswa pun mulai mengenal siapa saja guru yang kelak akan menemani dan membimbing mereka selama menempuh pendidikan di sekolah. Kegiatan semakin menarik dengan adanya penampilan video ekstrakurikuler. Melalui video tersebut, para siswa baru diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di SMK TI Dwiguna. Bagi siswa yang memiliki hobi olahraga, seni, maupun bidang lainnya, ekstrakurikuler tentu bisa menjadi tempat untuk menyalurkan minat sekaligus mengembangkan kemampuan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tibalah saatnya penutupan MPLS SMK TI Dwiguna Tahun Pelajaran 2026/2027. Empat hari yang sebelumnya terasa panjang ternyata berlalu begitu cepat. Dari yang awalnya datang sebagai siswa baru dengan wajah penuh rasa penasaran, kini mereka mulai mengenal lingkungan sekolah, guru, teman-teman, serta berbagai kegiatan yang ada di dalamnya. Bukan Sekadar Pengenalan MPLS 2026/2027 menjadi awal dari cerita baru bagi seluruh peserta didik baru SMK TI Dwiguna. Banyak hal yang mereka dapatkan selama kegiatan, mulai dari mengenal sekolah, memahami tata tertib, membangun pertemanan, belajar tentang anti kekerasan, hingga memahami pentingnya makna bijak di dunia digital. Setelah MPLS berakhir, para siswa akan menjalani hari-hari baru sebagai bagian dari keluarga besar SMK TI Dwiguna. Akan ada banyak pelajaran, tugas, pertemanan, pengalaman, tantangan, dan tentunya kesempatan untuk meraih prestasi. Selamat datang, siswa-siswi baru SMK TI Dwiguna! Jadikan MPLS ini sebagai langkah pertama untuk mengenal, mempelajari, mengembangkan, dan menciptakan cerita terbaik selama berada di SMK TI Dwiguna. MPLS 2026/2027 — Awal Cerita Baru, Semangat Baru, Prestasi Menanti! 32 Views
Takhta Apresiasi: Bakti Dwiguna untuk Guru
DEPOK – Suasana di Aula Lantai 4 SMK TI Dwiguna tampak berbeda pada Selasa pagi, 25 November 2025. Ruangan yang biasanya menjadi pusat kegiatan teknis dan seminar teknologi ini, kini dipenuhi oleh ratusan siswa dan jajaran pendidik yang berdiri tegak dalam balutan seragam resmi. Mereka berkumpul untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada para guru dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Menghormati Sosok di Balik Layar Kesuksesan Upacara dimulai pukul 07.30 WIB dengan suasana yang sangat khidmat dan menggema di seluruh penjuru aula. Meski dilaksanakan di dalam ruangan, prosesi penghormatan bendera Merah Putih tetap berlangsung dengan penuh wibawa, diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang menyentuh hati. Dalam amanatnya, Pembina Upacara menyampaikan pesan penting tentang peran guru yang melampaui sekadar pemberi materi pelajaran. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, sosok guru tetap menjadi pilar utama dalam membangun integritas dan karakter siswa. “Teknologi adalah alat yang hebat, namun guru adalah inspirasi di baliknya. Di SMK TI Dwiguna, kita tidak hanya mencetak ahli teknologi yang cerdas, tetapi juga pribadi yang memiliki adab dan kepedulian sosial,” tegasnya. Persembahan Manis di Atas Panggung Usai upacara formal, suasana di Aula Lantai 4 berubah menjadi penuh haru dan keceriaan. Panggung utama menjadi pusat perhatian saat perwakilan siswa memberikan kejutan berupa buket bunga dan bingkisan kasih kepada seluruh guru. Momen haru menyelimuti ruangan saat beberapa siswa membacakan puisi tentang dedikasi tanpa pamrih seorang pendidik. Sebagai sekolah berbasis teknologi, siswa juga memanfaatkan fasilitas audio-visual aula untuk menayangkan Video Dokumenter Pendek. Video tersebut menampilkan kompilasi momen-momen berkesan selama proses belajar mengajar, memperlihatkan sisi humanis para guru saat membimbing siswa di laboratorium komputer maupun di ruang kelas. Sinergi Menuju Masa Depan Kepala SMK TI Dwiguna menyampaikan bahwa perayaan di aula tahun ini terasa lebih hangat dan penuh kekeluargaan. Momentum Hari Guru ini menjadi ajang untuk memperkuat hubungan antara guru dan siswa agar selaras dalam menghadapi tantangan dunia industri. “Guru-guru kami adalah pejuang ilmu yang terus mengasah kemampuan agar tetap relevan dengan zaman. Hari ini adalah bentuk apresiasi kecil untuk dedikasi besar yang mereka berikan setiap harinya,” ungkap pihak sekolah. Acara ditutup dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, dan sesi foto bersama di area panggung. Senyum bahagia terpancar dari wajah para guru, menyiratkan semangat baru untuk terus mengabdi dan mencetak generasi unggul bagi Indonesia. Selamat Hari Guru Nasional 2025. Terima kasih atas setiap ilmu dan dedikasi yang tak terhingga. 319 Views
Satu Langkah di Depan bersama Axioo Class Program SMK TI Dwiguna.
DEPOK, 8 November 2025 – Langkah besar menuju standardisasi industri kembali diambil oleh SMK TI Dwiguna. Tepat pukul 08.00 WIB pagi ini, aula sekolah dipenuhi oleh semangat inovasi dalam acara Sosialisasi dan Pelatihan Kelas Axioo, sebuah program kolaborasi strategis bertajuk “Bersama Membangun Masa Depan Siswa/i”. Kerja sama dengan Axioo Indonesia ini merupakan komitmen nyata sekolah dalam memangkas jarak antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan nyata dunia kerja (DUDI). Lebih dari Sekadar Kelas Biasa Dalam sesi sosialisasi ini, para siswa dan orang tua diberikan pandangan mendalam mengenai keunggulan Axioo Class Program. Program ini bukan hanya tentang pengadaan perangkat teknologi, melainkan sebuah ekosistem pembelajaran yang terintegrasi, meliputi: Kurikulum Berbasis Industri: Materi pelajaran yang disinkronisasi langsung dengan standar teknisi dan tenaga ahli di Axioo. Sertifikasi Internasional: Siswa berkesempatan mendapatkan sertifikat resmi yang diakui secara global, memberikan “tiket emas” saat melamar pekerjaan nantinya. Prioritas Kerja: Lulusan dari kelas Axioo mendapatkan akses khusus untuk berkarir di jaringan industri Axioo maupun mitra-mitranya. Pelatihan Langsung: Merasakan Teknologi Terkini Setelah sesi sosialisasi, acara dilanjutkan dengan pelatihan intensif bagi para siswa. Di bawah bimbingan instruktur ahli, siswa diajak mengenal lebih dekat teknologi perangkat keras (hardware) terbaru dan bagaimana standar kerja profesional diterapkan di pabrikasi teknologi. “Kami tidak ingin siswa hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi ahli yang mampu merakit, memperbaiki, dan mengembangkan teknologi tersebut. Bersama Axioo, kita membangun fondasi yang kuat untuk masa depan mereka,” ujar perwakilan manajemen SMK TI Dwiguna dalam sambutannya. Membangun Masa Depan Sejak Dini Tema “Bersama Membangun Masa Depan” yang diangkat bukan sekadar slogan. Melalui kelas khusus ini, SMK TI Dwiguna bertransformasi menjadi pusat keunggulan (Center of Excellence) yang menyiapkan siswa untuk: Siap Kerja: Memiliki keahlian teknis yang matang. Siap Kuliah: Dengan logika berpikir dan teknis yang sudah teruji. Siap Berwirausaha: Membuka jasa layanan teknologi dengan standar resmi. Antusiasme Peserta Sejak dimulai pukul 08.00 WIB, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi tanya jawab. Banyak orang tua siswa merasa optimis bahwa program ini adalah investasi terbaik untuk karier anak-anak mereka di tengah ketatnya persaingan industri digital saat ini. Dengan dimulainya pelatihan ini, SMK TI Dwiguna kembali membuktikan posisinya sebagai sekolah kejuruan yang progresif dan selalu selangkah lebih maju dalam mengadopsi tren industri global. 304 Views
Membangun Jiwa Pemimpin di Dinginnya Puncak: LDKS SMK TI Dwiguna 2025 Sukses Digelar!
CISARUA, 16 Oktober 2025 – Kabut tipis dan udara segar Vila Alestha, Cisarua, Kabupaten Bogor, menjadi saksi lahirnya calon-calon pemimpin masa depan dari SMK TI Dwiguna. Selama dua hari satu malam, tepatnya pada 15-16 Oktober 2025, para siswa terpilih mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dengan penuh antusiasme dan disiplin tinggi. Bukan sekadar kegiatan luar ruangan biasa, LDKS tahun ini mengusung misi membentuk karakter siswa yang tangguh, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan di era digital. Transformasi Diri di Lereng Gunung Kegiatan dimulai dengan apel pembukaan yang khidmat, di mana semangat kemandirian mulai ditanamkan. Lokasi Vila Alestha yang jauh dari hiruk-pikuk kota dipilih secara khusus untuk memberikan suasana reflektif sekaligus menantang bagi para peserta. Selama dua hari, para siswa digembleng dengan berbagai agenda padat, di antaranya: Wawasan Kepemimpinan: Materi mengenai manajemen organisasi dan teknik pengambilan keputusan di bawah tekanan. Character Building: Simulasi mental untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab individu. Outbound & Team Building: Permainan strategi di alam terbuka yang memaksa peserta untuk menurunkan ego dan mengutamakan kerja sama tim. Malam Keakraban: Sesi api unggun yang menjadi momen emosional untuk mempererat ikatan persaudaraan antar siswa. Disiplin di Atas Segalanya Salah satu poin utama dalam LDKS kali ini adalah penerapan disiplin waktu dan etika. Panitia menekankan bahwa seorang pemimpin hebat bukan hanya mereka yang pandai bicara, tetapi mereka yang mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain. “LDKS di Vila Alestha ini adalah kawah candradimuka bagi siswa. Kami ingin mereka pulang membawa mentalitas baru—mentalitas seorang pemenang yang siap berkontribusi bagi sekolah dan masyarakat,” ujar Pembina OSIS SMK TI Dwiguna di sela-sela kegiatan. Momen Tak Terlupakan di Vila Alestha Meski suhu udara Puncak cukup menusuk tulang, semangat para peserta tidak surut. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa momen paling berkesan adalah saat melakukan jurit malam dan navigasi tim di lingkungan sekitar vila. “Di sini kami belajar bahwa komunikasi adalah kunci. Tanpa kerja sama, tantangan sesederhana apa pun akan terasa berat,” ungkapnya. Penutupan LDKS ditandai dengan prosesi pengukuhan yang simbolis. Dengan berakhirnya kegiatan ini pada 16 Oktober, diharapkan pengurus organisasi siswa di SMK TI Dwiguna memiliki bekal yang kuat untuk menjalankan program-program inovatif setahun ke depan. 231 Views
Level Up! Keseruan Classmeet Ganjil 2025 SMK TI Dwiguna
Setelah bergelut dengan tumpukan tugas dan ujian semester yang menguras otak, tiba saatnya bagi siswa-siswi SMK TI Dwiguna untuk “lepas landas” dari rutinitas akademik. Pada tanggal 11 hingga 12 Desember 2025, kampus kita tercinta berubah menjadi arena unjuk gigi bagi para talenta muda dalam ajang Classmeet Semester Ganjil 2025. Tahun ini, atmosfer sekolah terasa berbeda. Teriakan dukungan, tawa, dan semangat kompetisi yang sehat menyelimuti setiap sudut sekolah. Tidak hanya sekadar mengisi waktu luang, Classmeet kali ini benar-benar menjadi ajang pembuktian bahwa siswa SMK TI Dwiguna tidak hanya jago di depan komputer, tapi juga tangguh di lapangan dan kreatif di atas panggung. Lima Cabang, Satu Semangat! Panitia tahun ini menyuguhkan kombinasi lomba yang pas banget, mulai dari olahraga fisik, asah otak, hingga hiburan. Ini dia ringkasannya: Futsal & Badminton: Lapangan menjadi saksi bisu adu teknik dan ketahanan fisik. Smash-smash tajam dan gol-gol spektakuler tercipta, membuktikan sportivitas adalah harga mati. Mobile Legends (MLBB): Sebagai sekolah berbasis Teknologi Informasi, cabang e-sport ini tentu jadi primadona. Strategi draft pick dan kerja sama tim yang solid menjadi kunci untuk meraih gelar juara di Land of Dawn. Catur: Di sudut yang lebih tenang namun penuh ketegangan, para “grandmaster” sekolah beradu strategi. Satu langkah salah bisa berarti Checkmate! Karaoke: Inilah ajang bagi para calon bintang. Dari lagu galau hingga lagu penuh semangat, panggung karaoke berhasil mengocok perut sekaligus memukau audiens dengan suara-suara emas siswa SMK TI Dwiguna. Lebih dari Sekadar Juara Tujuan utama Classmeet ini bukan hanya soal siapa yang membawa pulang piala atau hadiah, tapi soal mempererat tali persaudaraan antar kelas. Siswa kelas X, XI, hingga XII melebur jadi satu dalam semangat kebersamaan. “Classmeet ini adalah momen kita untuk recharge energi. Menang itu bonus, tapi kebersamaan dan kegembiraan bareng teman-teman itu yang paling utama,” ujar salah satu peserta dengan penuh semangat. Terima kasih untuk seluruh panitia, guru, dan peserta yang sudah berpartisipasi menyukseskan acara ini. Sampai jumpa di Classmeet semester depan dengan kejutan yang lebih seru! 203 Views
Bekal PKL: Transformasi Diri Menuju Profesional Muda. 🎓
DEPOK, 13 November 2025 – Langkah awal menuju dunia kerja profesional resmi dimulai bagi siswa SMK TI Dwiguna. Pada hari ini, Kamis, 13 November 2025, sekolah mengadakan agenda krusial yaitu Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Acara yang mengusung tema besar “Transformasi Diri Melalui PKL: Jadi Pribadi Mandiri, Adaptif, dan Bertanggung Jawab” ini digelar di Aula Lantai 4 SMK Kebersamaan mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan mental dan keterampilan siswa sebelum mereka ditempatkan di berbagai perusahaan mitra industri. Menempa Mental di Luar Bangku Sekolah Hadir sebagai narasumber utama adalah Kak Ramadhani Irdiansyah, S.Pi., seorang praktisi yang memberikan sudut pandang segar mengenai tantangan di dunia kerja nyata. Dalam paparannya, Kak Ramadhani menekankan bahwa PKL bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan momentum emas untuk melakukan transformasi diri. “Dunia industri tidak hanya mencari orang yang pintar secara teori, tapi mereka mencari pribadi yang mandiri dan cepat beradaptasi. Di tempat PKL nanti, kalian bukan lagi sekadar siswa, tapi bagian dari sebuah tim profesional,” ujar Kak Ramadhani di depan para peserta. Tiga Pilar Utama: Mandiri, Adaptif, dan Bertanggung Jawab Pembekalan kali ini menitikberatkan pada tiga karakter utama yang harus dimiliki siswa saat berada di lingkungan kerja: Mandiri: Kemampuan untuk menyelesaikan tugas dengan inisiatif tinggi tanpa harus selalu menunggu instruksi detail. Adaptif: Kelincahan dalam menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan, teknologi baru, dan lingkungan sosial yang beragam. Bertanggung Jawab: Memiliki integritas tinggi terhadap jam kerja, kerahasiaan data perusahaan, dan kualitas hasil pekerjaan. Simulasi dan Etika Profesi Selain materi motivasi, siswa juga dibekali dengan aspek teknis dan etika, mulai dari tata cara berpakaian profesional, cara berkomunikasi yang sopan dengan atasan, hingga cara menyusun laporan PKL yang sistematis. Pihak sekolah menegaskan bahwa selama masa PKL, setiap siswa membawa nama baik almamater SMK TI Dwiguna. Oleh karena itu, kedisiplinan yang selama ini dipupuk di sekolah harus diimplementasikan secara maksimal di perusahaan masing-masing. Antusiasme Menuju Babak Baru Aula Lantai 4 menjadi saksi antusiasme para siswa yang silih berganti mengajukan pertanyaan mengenai dinamika di dunia kerja. Banyak siswa merasa pembekalan ini memberikan gambaran nyata yang mengurangi rasa cemas mereka dalam menghadapi lingkungan baru. “Melalui pembekalan dari Kak Ramadhani, saya jadi lebih paham bahwa sikap (attitude) ternyata sama pentingnya dengan keahlian teknis IT yang saya miliki,” ungkap salah satu siswa peserta pembekalan. Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan siswa SMK TI Dwiguna tidak hanya membawa pulang ilmu pengetahuan, tetapi juga kesiapan mental untuk bertransformasi menjadi tenaga kerja muda yang unggul dan berdaya saing global. 211 Views
Lawan Burnout: SMK TI Dwiguna Gelar Seminar Kesehatan Mental
DEPOK, 12 November 2025 – Tekanan tugas sekolah, tuntutan kejuruan, hingga persiapan memasuki dunia kerja seringkali membuat siswa SMK merasa kelelahan secara mental. Memahami fenomena ini, SMK TI Dwiguna menggelar seminar kesehatan mental yang sangat relevan bagi siswa kelas XI dengan tajuk “Kenali, Hadapi, dan Pulihkan: Mengatasi Burnout di Kalangan Siswa SMK”. Bertempat di Aula Lantai 4 SMK TI Dwiguna, acara yang dimulai pukul 07.00 WIB ini menjadi ruang aman bagi para siswa untuk bicara jujur tentang kondisi kesehatan mental mereka. Mengenal Gejala Burnout Sejak Dini Hadir sebagai pembicara utama adalah Kak Isna Sulastia Rahma, S.Pd., Kons., seorang praktisi konseling yang sangat berpengalaman di bidang remaja. Dalam sesi yang interaktif, Kak Isna menjelaskan bahwa burnout bukan sekadar rasa lelah biasa setelah belajar, melainkan kondisi stres kronis yang membuat siswa kehilangan motivasi. “Jangan remehkan rasa lelah yang membuat kalian kehilangan minat pada hobi atau pelajaran. Itu adalah sinyal dari tubuh. Kita harus mengenali tandanya, menghadapi penyebabnya, dan tahu cara memulihkannya,” ujar Kak Isna di hadapan ratusan siswa kelas XI. Strategi: Kenali, Hadapi, dan Pulihkan Seminar ini dibagi menjadi tiga fase penting sesuai dengan tema yang diangkat: Kenali: Mengajarkan siswa cara membedakan antara stres belajar normal dan gejala burnout yang serius. Hadapi: Memberikan teknik manajemen waktu yang efektif serta keberanian untuk berkomunikasi dengan guru atau orang tua saat merasa tertekan. Pulihkan: Sesi praktik langsung teknik relaksasi pernapasan dan mindfulness untuk membantu siswa menenangkan pikiran di tengah padatnya jadwal praktik sekolah. Mengapa Siswa Kelas XI? Pemilihan siswa kelas XI sebagai peserta bukan tanpa alasan. Masa ini dianggap sebagai masa transisi yang krusial, di mana beban praktik produktif mulai meningkat dan persiapan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sudah di depan mata. Kepala SMK TI Dwiguna dalam sambutannya menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan ini. “Di sekolah kebersamaan ini, kami ingin memastikan tidak ada siswa yang merasa berjuang sendirian. Prestasi akademik itu penting, tapi kesehatan mental siswa adalah yang utama,” ungkapnya. 231 Views
Pelatihan Digital Copywriting AI Batch 1 sukses digelar di SMK TI Dwiguna
DEPOK, 7 Oktober 2025 – Suasana di SMK TI Dwiguna hari ini terasa berbeda. Antusiasme meluap saat sekolah kedatangan tamu istimewa dari Pusat Pengembangan Literasi Digital, BPSDM Komdigi, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah misi untuk membekali generasi muda dengan senjata digital masa depan. Melalui program Batch 1 Pelatihan Digital Copywriting dengan Kecerdasan Buatan (AI), para siswa diajak untuk menyelami dunia penulisan kreatif yang berkolaborasi dengan teknologi mutakhir. Menjembatani Imajinasi dan Teknologi Di era digital yang serba cepat, kemampuan menulis saja tidak cukup. Dalam sambutannya, perwakilan dari BPSDM Komdigi menekankan bahwa copywriting adalah jantung dari pemasaran digital, dan AI adalah mesin penggeraknya. “Kami ingin siswa SMK TI Dwiguna tidak hanya menjadi penonton dalam revolusi AI, tapi menjadi pemain kunci yang mampu mengarahkan teknologi ini untuk menciptakan konten yang persuasif dan berdampak,” ujar salah satu instruktur dari Komdigi. Apa yang Dipelajari di Batch 1? Pelatihan intensif yang berlangsung sepanjang hari ini fokus pada beberapa pilar utama: The Power of Words: Memahami psikologi konsumen di balik sebuah teks iklan. AI Prompt Engineering: Teknik memberikan perintah kepada AI (seperti ChatGPT atau Gemini) agar menghasilkan naskah iklan yang unik dan tidak kaku. Ethical AI: Diskusi mendalam mengenai batasan etika dan orisinalitas dalam menggunakan kecerdasan buatan. Praktik Langsung: Siswa ditantang membuat kampanye digital untuk produk UMKM lokal menggunakan tools AI pilihan. Langkah Nyata Menuju Lulusan Unggul Kepala Sekolah SMK TI Dwiguna menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Kementerian Komdigi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kurikulum sekolah tetap relevan dengan kebutuhan industri. “Kedatangan tim literasi digital pusat ke sekolah kami adalah sebuah kehormatan. Ini adalah bukti bahwa SMK TI Dwiguna berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya mahir teknis, tapi juga cerdas secara literasi digital,” ungkapnya. Harapan untuk Masa Depan Pelatihan Batch 1 ini diharapkan menjadi pemantik bagi rangkaian pelatihan berikutnya. Dengan penguasaan AI di bidang copywriting, para siswa SMK TI Dwiguna kini memiliki nilai tawar lebih—baik untuk terjun ke dunia kerja, menjadi freelancer, maupun membangun startup mereka sendiri. 221 Views
Lentera Baru Paskaradar: Memulai Cerita di PTA 2025.
DEPOK – Suasana penuh semangat dan jiwa korsa menyelimuti kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Paskaradar yang berlangsung pada Jumat-Sabtu, 19-20 September 2025. Acara ini menjadi pintu gerbang utama bagi para calon penegak untuk secara resmi bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Ambalan Paskaradar. Transformasi Menuju Pramuka Penegak :Kegiatan PTA tahun ini mengusung tema kemandirian dan kepemimpinan di era digital. Selama dua hari satu malam, para peserta diajak untuk keluar dari zona nyaman, meninggalkan rutinitas harian, dan melebur dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengasah ketangkasan serta kecerdasan emosional. ”PTA bukan sekadar perkemahan biasa. Ini adalah proses transisi dari penggalang menuju penegak, di mana tanggung jawab dan kemandirian mulai ditempa secara nyata,” ujar salah satu Pembina Pramuka Paskaradar dalam upacara pembukaan. Agenda kegiatan disusun secara padat namun edukatif, di antaranya: 1. Dinamika Kelompok: Mengasah kerja sama tim melalui berbagai permainan lapangan.2. Materi Kepramukaan & Adat Ambalan: Mengenal lebih dalam sejarah, struktur, dan aturan main (adat) yang ada di Paskaradar.3. Api Unggun Persaudaraan: Menjadi momen puncak di malam hari, di mana seluruh peserta dan panitia berkumpul untuk berbagi penampilan seni dan merenungi makna dasadharma dalam hangatnya api unggun.4. Jelajah Malam/Hiking: Menguji keberanian dan ketangguhan fisik melalui rute yang telah disiapkan oleh panitia. Sinergi dan Kebersamaan :Keberhasilan acara ini tidak lepas dari kerja keras dewan ambalan serta dukungan penuh dari pihak sekolah. Kehadiran para alumni dan purna tugas Paskaradar juga menambah motivasi bagi para peserta, memberikan gambaran bahwa ikatan di Ambalan Paskaradar bukan hanya sebatas di sekolah, melainkan sebuah persaudaraan seumur hidup. Harapan untuk Masa Depan :Dengan berakhirnya kegiatan pada 20 September 2025, para tamu ambalan resmi diterima menjadi bagian dari keluarga Paskaradar. Diharapkan, tunas-tunas muda ini mampu membawa perubahan positif, disiplin dalam belajar, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Trisatya dan Dasadharma dalam kehidupan sehari-hari. Selamat datang, anggota baru Paskaradar! Mari tunjukkan bakti untuk negeri. Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Sinergi Masa Depan: SMK TI Dwiguna Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Eksklusif “Axioo Class Program” Lhatifah ZahraJanuary 23, 2026 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Membangun Jiwa Pemimpin di Dinginnya Puncak: LDKS SMK TI Dwiguna 2025 Sukses Digelar! Lhatifah ZahraJanuary 23, 2026 Artikel HARI AIDS SEDUNIA: Mengingat, Menghormati, dan Beraksi Jurnalis DwigunaDecember 1, 2025 Artikel Disiplin atau kekerasan? batas yang sering dilanggar di sekolah Jurnalis DwigunaNovember 21, 2025 Kegiatan Siswa, Pendidikan dan Pelatihan Bekal PKL: Transformasi Diri Menuju Profesional Muda. 🎓 Lhatifah ZahraNovember 13, 2025 231 Views
Meneladani Akhlak, Membangun Generasi Cerdas Beradab ✨
DEPOK – Suasana khidmat menyelimuti Aula Lantai 4 SMK Kebersamaan pada Kamis (11/09/2025). Ratusan siswa-siswi beserta guru dan staf SMK TI Dwiguna berkumpul dengan penuh antusias untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum penting untuk mempererat ukhuwah dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah. Acara dibuka dengan penampilan memukau dari Tim Hadroh Syubbanul Akhyar. Lantunan selawat yang diiringi tabuhan rebana yang harmonis berhasil membawa suasana menjadi teduh dan religius. Seluruh jamaah yang hadir tampak larut dalam lantunan pujian kepada Baginda Nabi, menciptakan energi positif sebelum memasuki acara inti. Tausiyah Penyejuk HatiPuncak acara diisi oleh ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Ahmad Daroji, S.Ag., MM. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya bagi generasi muda, khususnya siswa SMK TI Dwiguna, untuk tidak hanya cerdas secara intelektual dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlakul karimah. ”Menjadi ahli IT atau tenaga profesional itu hebat, tapi menjadi pribadi yang jujur dan rendah hati seperti Rasulullah adalah kunci kesuksesan yang sesungguhnya di masa depan,” ujar KH. Ahmad Daroji di hadapan para siswa.Beliau menyampaikan materi dengan gaya yang ringan namun sarat makna, sesekali diselingi humor yang membuat para siswa tetap fokus menyimak hingga akhir acara. Harapan Besar dari Sekolah :Pihak sekolah berharap melalui peringatan ini, siswa-siswi SMK TI Dwiguna dapat mengimplementasikan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW—seperti jujur (Siddiq), dapat dipercaya (Amanah), cerdas (Fatonah), dan komunikatif (Tablig)—dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam praktik kerja nantinya. Acara yang berlangsung tertib ini diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan keluarga besar SMK TI Dwiguna. semangat kebersamaan tetap terasa sangat kental hingga acara ditutup. 222 Views