Pramuka dan Karakter Generasi Muda di Tengah Perkembangan Teknologi

Pramuka dan Karakter Generasi Muda di Tengah Perkembangan Teknologi

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, generasi muda kini dapat memperoleh informasi dan melakukan berbagai pekerjaan hanya dalam hitungan detik. Kehadiran Artificial Intelligence (AI) bahkan membuat berbagai hal yang sebelumnya sulit dilakukan menjadi lebih mudah. Namun, apakah kecanggihan teknologi sudah cukup untuk membentuk generasi muda yang berkualitas?

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu hal yang relevan dalam peringatan Hari Pramuka ke-65. Pada Jumat, 14 Agustus 2026, upacara peringatan Hari Pramuka dilaksanakan di Aula Lantai 4 SMK Kebersamaan. Upacara dimulai pada pukul 07.35 WIB dengan M. Azhar Mamoen, S.Kom. sebagai pembina upacara dan Zaidan sebagai pemimpin upacara. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas 11 SMK TI Dwiguna.

Pramuka Bukan Sekadar Seragam dan Kegiatan

Dalam amanatnya, M. Azhar Mamoen, S.Kom. menegaskan bahwa Pramuka bukan hanya tentang mengenakan seragam cokelat, baris-berbaris, berkemah, atau melakukan kegiatan seperti pioneering dan yel-yel. Lebih dari itu, Pramuka memiliki peran dalam membentuk karakter generasi muda.

Melalui Pramuka, siswa diajarkan untuk memiliki tanggung jawab, disiplin, mandiri, berani, peduli, setia, serta memiliki rasa cinta kepada Tuhan, sesama manusia, bangsa, dan negara. Nilai-nilai tersebut juga tercermin dalam Tri Satya dan Dasa Darma yang seharusnya tidak hanya dihafalkan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka sebenarnya memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar aktivitas di sekolah. Nilai yang diperoleh dari kegiatan Pramuka dapat menjadi bekal bagi siswa ketika menghadapi kehidupan di masyarakat.

Karakter Manusia di Tengah Perkembangan AI

Perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Saat ini, AI mampu membantu manusia membuat gambar, film, program, hingga berbagai pekerjaan lainnya. Kemudahan tersebut tentu memberikan banyak manfaat, tetapi juga membutuhkan sikap bijak dari penggunanya.

Dalam amanatnya, M. Azhar Mamoen, S.Kom. menyampaikan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan karakter manusia. Ia menekankan pentingnya kepedulian, empati, simpati, dan tanggung jawab.

“Yang membedakan kita dengan AI adalah kita harus punya karakter.”

Pesan tersebut menurut saya sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk membantu manusia berkembang, bukan membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk berpikir, bertanggung jawab, dan peduli kepada orang lain. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan karakter yang baik.

M. Azhar Mamoen, S.Kom. juga mengingatkan bahwa generasi muda tidak cukup hanya menjadi pintar. Mereka juga harus menjadi pribadi yang baik, benar, sehat, dan terampil sesuai dengan nilai Panca Waluya yang terdiri dari cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.

Pramuka dan Perannya di Lingkungan Sekolah

Selain membentuk karakter pribadi, Pramuka juga diharapkan memiliki peran dalam membangun lingkungan sekolah. Dalam amanatnya, M. Azhar Mamoen, S.Kom. mendorong anggota Pramuka untuk membangun sinergi dan berkolaborasi dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sekolah. M. Azhar Mamoen, S.Kom. juga menyoroti kegiatan upacara rutin setiap hari Senin. Menurutnya, anggota Pramuka dapat ikut berperan sebagai petugas maupun membantu melatih siswa yang akan bertugas dalam upacara.

Dengan adanya kolaborasi antara Pramuka dan organisasi sekolah lainnya, nilai kedisiplinan, kerapian, tanggung jawab, dan kebersamaan diharapkan dapat semakin diterapkan dalam kehidupan sekolah.

Bukan Hanya Bangga Menjadi Pramuka

Peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi pengingat bahwa menjadi anggota Pramuka bukan hanya tentang mengenakan seragam atau mengikuti kegiatan. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Pramuka diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut saya, pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan AI. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap memiliki karakter sebagai landasan dalam menggunakan teknologi.

Pramuka dapat menjadi salah satu wadah untuk membangun karakter tersebut. Dengan mengamalkan Tri Satya, Dasa Darma, dan Panca Waluya, siswa tidak hanya diharapkan menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, peduli, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, kemajuan teknologi tidak seharusnya membuat manusia melupakan nilai-nilai kemanusiaan. Seperti pesan yang disampaikan dalam amanat Hari Pramuka ke-65, generasi muda harus terus belajar, berani memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan sejak hari ini. Karena kecerdasan dapat membantu seseorang melangkah lebih jauh, tetapi karakterlah yang menentukan bagaimana langkah tersebut digunakan.

 

Penulis oleh : Dhamar Dwi Aryanto
Penyunting : Dicky Santoso, S.I.Kom

8 Views

Jurnalis Dwiguna

Content Writer

SMK TI Dwiguna Depok merupakan Sekolah Menengah Kejuruan yang berkomitmen mencetak lulusan berkualitas dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Dengan 4 kompetensi keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri.

Copyright © 2026 | Made By Media Center DG-BI | All Rights Reserved

Scroll To Top