Tahun ini, Maulid Nabi mengangkat tema “Internalisasi Sifat Nubuwah pada Gen Z untuk Menciptakan Masyarakat Madani.” Tema tersebut mengajak para siswa untuk mengenal sekaligus meneladani sifat dan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Diawali Yasin, Tahlil, dan Maulid Simtudduror
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Bapak Zaenal Fahmi, SS. Suasana aula berlangsung khidmat saat seluruh peserta mengikuti doa dan zikir bersama.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Simtudduror oleh Tim Hadroh Syubbanul Akhyar yang di bimbing oleh Bapak Hasan Nadawi. Lantunan hadroh membuat suasana semakin hangat sekaligus mengingatkan kembali para peserta pada perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Sambutan Ketua Panitia
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, Bapak Imam Maula Fikri, S.Kep.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut membantu sehingga kegiatan Maulid Nabi dapat terlaksana. Kebersamaan antara siswa, guru, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Pesan Direktur Pendidikan
Selanjutnya, Bapak Dr. Budin Budiayanto menyampaikan pesan mengenai makna kelahiran dan perjalanan kehidupan manusia.
Beliau mengajak siswa melihat perjalanan mereka sendiri. Siswa kelas 12 akan segera lulus, kelas 11 akan naik ke kelas 12, sementara kelas 10 akan melanjutkan ke tingkat berikutnya. Setiap orang memiliki tahapan kehidupan yang berbeda dan semuanya merupakan bagian dari perjalanan yang harus dijalani.
Hal tersebut juga dikaitkan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang selalu diperingati setiap tahun melalui Maulid Nabi. Peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengenang kelahiran, perjuangan, dan keteladanan Rasulullah SAW.
Di tengah penyampaiannya, Bapak Dr. Budin Budiayanto memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa. Siswa yang berani menjawab mendapatkan hadiah sehingga suasana menjadi lebih hidup dan penuh antusias.
Tausiah yang di pimpin oleh Ustaz Andri Hasanudin, S.Q., M.HI.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah dari Ustaz Andri Hasanudin, S.Q., M.HI. Beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an memiliki berbagai kandungan, di antaranya berkaitan dengan akidah, syariah, dan tuntunan kehidupan.
Dalam tausiah tersebut, Ustaz Andri turut menyampaikan kisah tentang penciptaan manusia. Malaikat Jibril diperintahkan Allah SWT untuk mencari tanah yang akan digunakan dalam penciptaan manusia. Dari situlah manusia memiliki perbedaan satu sama lain, baik dari bentuk, sifat, maupun kemampuan. Semua merupakan bagian dari kebesaran Allah SWT yang menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya.
Tausiah yang di pimpin oleh KH. Ahmad Daerobin
Tausiah berikutnya disampaikan oleh KH. Ahmad Daerobin. Beliau membahas kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW dan peristiwa pasukan Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah, sebagaimana dikisahkan dalam Surah Al-Fil.
Beliau juga menyampaikan tentang Wadi Muhassir, tempat yang berkaitan dengan kehancuran pasukan Abrahah. Dari kisah tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya berhati-hati terhadap tempat dan lingkungan yang dapat membawa pengaruh buruk.
Salah satu pesan yang disampaikan adalah, “Kalau ingin menjadi lebih baik, perhatikan orangnya dan perhatikan lingkungannya.” Pesan ini menjadi pengingat bagi siswa bahwa pergaulan dan lingkungan memiliki pengaruh terhadap kebiasaan dan sikap seseorang.
Acara ditutup dengan Doa Bersama
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Andri Hasanudin Seluruh peserta mengikuti doa dengan khidmat sebelum acara resmi ditutup.
Peringatan Maulid Nabi kali ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin sekolah, tetapi juga menjadi momentum bagi siswa untuk belajar dari keteladanan Rasulullah SAW. Melalui berbagai pesan yang disampaikan, siswa diajak untuk menghargai setiap proses kehidupan, memperkuat keimanan, serta memilih pergaulan dan lingkungan yang baik.
Dengan tema “Internalisasi Sifat Nubuwah pada Gen Z untuk Menciptakan Masyarakat Madani,” semoga nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan ini tidak berhenti di aula, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.





















